Monday, October 22, 2018

Manusia Seutuhnya Menurut Agama Buddha

I. Pengertian manusia seutuhnya
  • Manusia dalam pengertian umum adalah mahkluk hidup yang dapat bergerak, bernapas, dan memiliki akal untuk berpikir. Menurut pandangan Agama Buddha, manusia terdiri dari 2 bagian, yaitu :
  1.  Batin (nama)
  2. Jasmani (rupa)
  • Manusia masih diliputi Tanha dan masih memiliki LDM = Lobha Dosa Moha
  • Jika manusia sudah terbebas dari LDM maka akan menjadi arahat / kesucian yang tertinggi.
  • Manusia menurut agama buddha yaitu seseorang yang telah membebaskan diri dari kekotoran batin atau memcapai arahat dan setidaknyatingkat Sotapanna.
  • Manusia seutuhnya kaitannya dengan pembangunan nasional Indonesiadan Agama Buddha adalah manusia yang ssejahtera lahir dan batin.

II. Pelaksanaan Sila
  • Umat awam (upassikha/upassakha)
  1. 5 Sila = Pancasila Buddhis
  2. 8 Sila = Athasila
  3. 10 Sila = Untuk para Bikkhu 
Dhammapada 183 = Sabbapassa akaranam kusala upasampada saccita pariyodapanam
  • Dalam Agama Buddha mengembangkan moral adalah 2 aspek :
  1.  Aspek Pasif = tuntunan moral yang menghindari perbuatan tidak baik atau perbuatan jahat.
  2. Aspek Aktif = Mengembangkan kebajikan / kebaikan.
  • Mengembangkan kebaikan dengan cara :
  1.  Berdana
  2. Meditasi
  3. Baca Paritta
  4. Pergi ke vihara & mendengarkan ceramah
  5. Melaksanakan Sila
  6. Kebaktian sungguh-sungguh berkonsentrasi

III. Usaha Mencapai Manusia Seutuhnya
  • Menurut seorang sarjana Buddhis Gokhale bahwa masyarakat Buddhis berlangsung dalam 3 tahap, yaitu :
  1. Tahap Isolasi = Pembebasan Diri = Tahap mengasingkan diri, meninggalkan hidup rumah tangga, memperbanyak spiritual diri. Contoh : Bikkhu. Seperti syair Anguttara Nikaya II 208, Majjima VI 344.
  2. Tahap Bergaul = Tahap terbentuknya Sangha yang berhubungan dengan umat awam/biasa. Seperti ungkapan,"perumah tangga maupun mereka yang berumah tangga, keduanya bergantung satu sama lain, bersama-sama mencapai Dhamma yang sejati, keadaan batin yang tentram dan kebahagiaan yang didambakan." (Iti Vataka 111-112)
  3.  Tahap Transformasi = Tahap dimana Agama Buddha sebagai dasar kekuatan spiritual dan sosial, menggariskan norma-norma dan hukum-hukum tingkah laku sosial tertentu sesuai dengan etika sosialnya.
  • Cara yang harus dikembangkan menuju untuk mencapai keinginan yang wajar, yaitu :
  1. Saddha = Keyakinan (Tiratana) : Buddhanussati, Dhammanussati, Sanghanussati
  2. Sila = Kemoralan ( 5 Sila / Pancasila )
  3. Caga / Kemurahan Hati = membantu orang yang ada kesulitan
  4.  Adithana = Tekad
  5. Cetana = Kehendak / Niat
  6. Anumodana = Terima Kasih diucapkan untuk tingkat tinggi kepada : Bikkhu/i & Romo Panditta
  7. Panna = Kebijaksanaan
Faktor Penunjang menuju keinginan yang wajar :
a. Usaha yang sungguh-sungguh
b. Kewaspadaan
c. Bersahabat dengan yang baik
d. Kehidupan seimbang